December 28, 2008

Mengejar bayang-bayang

Suatu ketika Nabi saw. memanggil para sahabatnya ketika matahari sedang meninggi, dan memerintahkan mereka agar berlari ke Gunung Uhud dengan membelakangi matahari dan mengejar bayangan tubuh mereka. Barang siapa yang dapat mengejar bayangannya akan dihadiahkan jubah nabi.

Mereka tidak menanyakan kenapa beliau memerintah kan hal itu, tetapi mereka menyerahkan semua keputusan kepada beliau, dan sahabat-sahabat segera berlari mengejar bayangan mereka. Ketika mereka berlari sambil membelakangi matahari, bayangan mereka akan mendahului mereka. Meskipun secara logiknya kita tahu bahawa kita tidak mungkin mengejar bayangan kita, para sahabat Nabi tidak lansung membantah perintah Nabi
Mereka menggunakan kecerdasan mereka untuk melaksana kan perintah itu, tetapi tidak memikirkan apakah perintah itu perlu dilaksanakan atau tidak. Mereka tahu bahwa beliau seorang Nabi yang tidak akan mengeluarkan perkataan menurut seleranya sendiri, tetapi hanya mengatakan sesuatu yang diwahyukan Tuhan kepadanya.

Ketika para sahabat telah tiba di Bukit Uhud, beliau menyuruh mereka untuk berbalik dan berlari ke arah Nabi saw. Kemudian bayangan mereka berlari mengikuti mereka ketika mereka berlari menuju Nabi saw. Beliau kemudian berkata, "Wahai para sahabatku, barang siapa lari mengejar kehidupan dunia, maka ia seperti orang yang lari mengejar bayangannya, dan ia tidak akan pernah dapat mengejarnya.

Barang siapa yang lari mengejar kehidupan akhirat (lari ke arahku dan pesan yang aku bawa dari Allah), maka dunia ini akan berlari mengejarnya, seperti bayangan yang berlari mengejar kalian." Dikatakan, dunia itu bangkai, dan orang yang mengejarnya ialah seperti anjing.

Sumber: Copy paste from Tokeikedai

Template by:
Free Blog Templates